Mengalami kerugian akibat ingkar janji atau tindakan melanggar hukum? Tim advokat spesialis hukum perdata siap mendampingi sengketa PMH & wanprestasi Anda.
Butuh Pengacara Perbuatan Melawan Hukum & Wanprestasi? Ini Panduan Lengkapnya
Dalam dunia bisnis maupun kehidupan sehari-hari, sengketa perdata sering kali tidak terhindarkan. Dua bentuk sengketa hukum yang paling sering muncul di pengadilan adalah Wanprestasi (cidera janji) dan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).
Bagi orang awam, membedakan kedua istilah ini sering kali membingungkan, padahal penanganan hukumnya membutuhkan strategi yang berbeda. Jika Anda sedang menghadapi kerugian finansial atau pelanggaran hak akibat tindakan pihak lain, memilih pengacara perdata yang tepat adalah langkah krusial untuk mengamankan hak-hak hukum Anda.
Memahami Perbedaan Wanprestasi dan Perbuatan Melawan Hukum (PMH)
Sebelum mengajukan gugatan ke pengadilan, advokat Anda akan menentukan dasar hukum yang tepat. Mengajukan gugatan dengan dasar yang salah dapat menyebabkan gugatan Anda ditolak (niet ontvankelijke verklaard / NO).
1. Apa itu Wanprestasi?
Wanprestasi terjadi ketika salah satu pihak melanggar atau ingkar janji terhadap kesepakatan yang telah disetujui dalam suatu perjanjian/kontrak.
Bentuk-bentuk wanprestasi meliputi:
Tidak melaksanakan apa yang diperjanjikan sama sekali.
Melaksanakan janji tetapi tidak sesuai dengan yang disepakati.
Melaksanakan janji tetapi terlambat dari batas waktu yang ditentukan.
Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukan.
2. Apa itu Perbuatan Melawan Hukum (PMH)?
Diatur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), PMH terjadi ketika seseorang atau badan hukum melakukan tindakan yang melanggar hukum dan menimbulkan kerugian bagi orang lain—tanpa perlu adanya ikatan perjanjian sebelumnya.
Syarat terjadinya PMH meliputi:
Adanya perbuatan yang melanggar hukum (unsur kesalahan).
Adanya kerugian yang dialami korban (materiil maupun immateriil).
Adanya hubungan sebab-akibat (kausalitas) antara perbuatan tersebut dan kerugian yang timbul.
Tabel Perbandingan Singkat
KriteriaWanprestasiPerbuatan Melawan Hukum (PMH)Dasar UtamaAda hubungan perjanjian/kontrak awal.Tidak harus ada perjanjian awal.PenyebabIngkar janji atas isi kesepakatan.Melanggar undang-undang / hak subjektif orang lain.Tuntutan KerugianBerfokus pada kerugian akibat tidak dipenuhinya Janji.Mengganti kerugian materiil dan immateriil (moral).
Peran Penting Advokat/Pengacara dalam Kasus Perdata
Menangani sengketa hukum secara mandiri sering kali memakan waktu, biaya, dan berisiko tinggi. Seorang advokat spesialis hukum perdata akan membantu Anda melalui berbagai tahapan strategis:
Analisis Hukum & Pembuktian: Memeriksa dokumen (kontrak, bukti transfer, korespondensi) untuk memastikan apakah kasus Anda tergolong PMH atau Wanprestasi.
Penerbitan Somasi (Teguran Resmi): Mengirimkan teguran hukum kepada pihak lawan untuk menyelesaikan masalah secara damai sebelum masuk ke jalur hukum.
Negosiasi & Mediasi: Mewakili Anda dalam proses musyawarah untuk mencapai kesepakatan terbaik tanpa harus berlarut-larut di pengadilan.
Penyusunan Surat Gugatan: Merumuskan posita (alasan gugatan) dan petitum (tuntutan) secara presisi dan terstruktur.
Pendampingan di Pengadilan Negeri: Mendampingi dan membela hak hukum Anda sepanjang proses persidangan, mulai dari pembacaan gugatan, pembuktian, hingga putusan hakim.
Tips Memilih Pengacara Wanprestasi & PMH yang Tepat
Agar kasus Anda ditangani secara profesional, perhatikan beberapa tips berikut sebelum menunjuk penasihat hukum:
Pastikan Legalitas Terverifikasi: Pastikan advokat memiliki kartu anggota organisasi advokat yang diakui (seperti PERADI) dan telah diambil sumpahnya di Pengadilan Tinggi.
Cek Pengalaman Sengketa Perdata: Pilih tim hukum yang memiliki rekam jejak menangani kasus sengketa kontrak, penagihan utang, atau gugatan ganti rugi PMH.
Transparansi Biaya (Fee Structure): Diskusi secara terbuka mengenai skema biaya sejak awal, baik itu lawyer fee, operational fee, maupun success fee.
Komunikasi yang Jelas: Advokat yang baik akan menjelaskan posisi hukum Anda secara jujur—termasuk peluang menang serta risiko hukum yang mungkin dihadapi—tanpa memberikan janji manis yang tidak realistis.
Menghadapi sengketa akibat ingkar janji atau tindakan melanggar hukum memerlukan langkah cepat dan terukur. Semakin cepat Anda berkonsultasi dengan tim advokat profesional, semakin besar peluang Anda untuk menyelamatkan aset dan memulihkan kerugian yang dialami.
Apakah Anda saat ini sedang menyusun prafraf kontrak atau sudah memegang bukti-bukti untuk rencana gugatan?


